Sunday, April 6, 2008

Kucoba Hapus Jejak Kita

Jejak kita, membekas lara di hati kini. Dan aku pun mencoba, hapus lara itu. Tak bisa...

Jejak kita, yang ditoreh bersama dlm relung sudut hati yg hampa. Dan kini hampa itu datang kembali. Sakit lebih dalam. Perih. Karena kau telah pergi.

Pergi dengan tilas tapak yg mendalam. Tak bisa ku lupa...

Saturday, March 8, 2008

Balasan Ultimatum Terakhir

Banyak ludah yg kutelan kembali, karena aku sadar, aku sayang.. Namun kini di malam ini, 23.53 08-03-08 Tak ada dan tak mau ku telan ludah itu kembali. Hingga ultimatum terakhir cinta ku balas dengan kata, di sini! Karena ultimatum itu berisi: NO PHONE NO SMS. Ku terima tantangan ini.

Dan ia pun berujar BUBYE. Dalam ultimatum terakhirnya.

SELAMAT TINGGAL.. Kita RESMI berpisah sesuai permintaan mu.. Bukan karena ku.. PUAS!!!!????

Saturday, February 23, 2008

45-6 berakhir Cinta

45 hari yg lalu tak ada kabar, 6 hari yg lalu kita diam seribu bahasa. dalam ruang yang lapuk oleh masa.

Dan kita pun bercinta. Lama. Dengan temaram redup senja...

Thursday, February 7, 2008

Satu tanya di senja tiba

Senja ini. Prang! Pecah. Jatuh tak ada sebab. Aku pun ingat cinta

Senja ini. Ku lihat ujung sana. Gelap Gulita. Kilat dgn sedikit setia pd petir. Hujan di senja tiba. Dan aku pun ingat dia. Cinta

Satu tanya di senja tiba. Ada apa dengan dia? Argh! Apa mungkin ini pertanda? Entahlah.. Tak ada yg tahu.

Saturday, February 2, 2008

Tangis ku guyur tanah bumi

Malam, hr ini kau guyur lg tanah bumi. Dan aku pun teringat cinta. Kondisi ia dan smua. Mata basah karena cinta. Ingat ia... Maaf slma ini ku hanya memikirkan diri belaka. Dan malam pun larut. Tangisku guyur malam penuh lara. Dng syair penyesalan yg kunyanyi lirih, perih.

Thursday, January 31, 2008

Mimpi cinta di pagi tiba

Senja aku ingin bercerita tentang cinta. Aku ingin berkata:

'Ia datang pagi tadi lewat mimpi...'

Entah apa yg ku rasa.. Suka atau.. Yeah! Hanya mimpi..

Wednesday, January 30, 2008

Hujan Sapa sebab Luka

Jakarta hujan.. Disenja ini tanpa jingga. Hanya abu kelabu mati. Tersapu awan berat bertumpah darah. Luka.

Jakarta hujan. Gemercik tabur kenangan masa lalu. Sapa hujan pada bumi di senja ini, hanya membuat luka. Lembayung itu semakin mendung. Perih. Lirih.

Hujan. Jangan sapa lagi aku di senja tiba. Berat ku kenang cinta bila hujan tiba tanpa jingga...

Lembayung semakin mendung, hanya banjir. Karena duka. Bukan cinta.

Saturday, January 19, 2008

Lembayung Bandung yang Mendung

Sepi. Sendiri hanya bernyanyi lirih dalam hati. Perih..

Senja.. Kemana hendak ku bawa hati ini? Lembayung Bandung kini tiada.. Tak lagi cerah berenda jingga.. Mendung..

Ah! Aku putuskan saja untuk diam. Tak lagi ada nada cinta ceria yg ku dendang dengan dia. Hanya ada, lirih perih karena cinta.. Sepi.

Sunday, January 13, 2008

Dahaga Cinta di Siang Garang

Siang yg gersang. Susah ku dapat cinta di tanah garang. Jangan kan cinta, sayang pun tak ada.. Tak apa! Aku berharap bahagia.. Tanpa dapat setetes cinta di siang garang.. Meski ku tau dahaga mulai ada, tp tak mau ku paksa.. Karena cinta, datang dengan kata tanpa dipaksa.. Sendiri..

Saturday, January 12, 2008

Renda Senja Kini Tak Jingga

Aku demam, cinta.. mata berkaca dengan bayang ku.. Tapi harus kulupa itu semua.. Bila aku ingin bahagia.. Dan aku pun menangis dengan renda senja merah.. Bukan Jingga.. Merah karena marah.. Menyesal!